17 April 2013

Setelah 3 tahun Bersama Si Jumeko

. 17 April 2013


Tak terasa sudah 3 tahun 2 bulan berlalu semenjak ku meminangnya dari sebuah dealer resmi. Dengan mahar sebesar lima belas juta rupiah kutebusnya serta mendapatkan tambahan berupa helm open face yang warnanya bisa dipilih sesuka hati bahkan masih bisa ditukar walaupun sudah 2 hari berlalu. Tak lupa seperangkat alat pengaman juga dipasang demi menjaga agar tidak sampai berpindah tangan kepada pihak yang tak bertanggung jawab. Prosesi dari dealer ke rumah tercinta dilakukan sendiri karena tidak mau bagian-bagian tubuhnya tersentuh oleh tangan orang yang kadang suka seenaknya sendiri sehingga ada yang bengkok. 

Jarak tak begitu jauh namun tak begitu dekat juga tapi untungnya ada jalan tikus yang aman dari petugas berseragam coklat.Yups...itulah sekilas perjalanan ketika OM memutuskan untuk membeli Jupiter Mx Manual Transmission 3 tahun yang lalu dan OM beri nama "Jumeko", singkatan dari JUpiter MX (eM Ex) KOpling (bila orang nyebut kopling pasti langsung terbayang manual transmission, padahal sebenernya tiap genre motor mempunyai kopling karena tugasnya adalah memutus dan "mengalirkan" tenaga).

Selama 3 tahun berlalu overall OM puas dengan pilihan OM, namun seperti manusia yang ciptaan Tuhan, tiap motor pasti tak luput dari kekurangan. Berikut adalah pengalaman yang OM rasakan, yaitu :
1. Handling mantab dan untuk menikung juga stabil walaupun kurang PD nikung sampai rebah karena ban pabrikan lumayan licin plus sisa tapak ban hanya sedikit.

2. Bunyi "cetok" dengan setia menemani dari arah shock depan bila melewati poldur/gajlukan/gundukan yang desainnya tidak landai atau lubang yang cukup dalam dengan kecepatan sedang. Efek dari shock depan yang empuk.

3. Jok empuk sehingga tak mambuat bokong mudah pegal


4. Khas Yamaha, sisi pengereman sangatlah baik. Bagian depan walaupun hanya dikawal 1 piston tapi pakem dan belum pernah terserang penyakit bagel (jangan sampai,amin). Kampas rem depan baru diganti ketika 32000km, tentunya pakai yang ori tapi bukan untuk jupiter mx melainkan untuk vega zr, bentuk sama dan lebih murah. Bagian belakang walaupun masih mengandalkan tromol namun tak kalah dengan yang sudah menggunakan piringan cakram. Sudah dua kali OM mengalami pergantian, yang pertama menggunakan kamrem(kampas rem) punya rx-king yang disertai penggantian pernya. Lebih enak karena tapaknya lebih lebar. Yang kedua menggunakan kamrem belakang mio, ternyata masuk di rumah kamrem jumeko.

5. BBM yang dipakai pertamax tapi lebih sering mengoplos antara premium dengan pertamax plus. Jikalau uang dalam dompet sedang tiris maka premium jadi pilihan. Tentunya pakai doping agar tak menggelitik, namun untuk sekarang benar-benar pakai premium juga tak masalah karena kompresi sudah turun serta ada kamper.

6. Penggantian oli selalu dikisaran 1500km-2000km dan tiap 3x ganti oli, filter oli yang sudah OM ganti punya Scorpio Z pun dibersihkan.

7. Konsumsi BBM dalam keadaan standar ting tong dengan gaya berkendara kombinasi dalam kota antara 35km-40km/liter.Untuk luar kota bisa sentuh 40km-45km/liter, bagaimana mas bro mba sist?Termasuk irit ga dengan bobot pengendara serta bocengger yang mencapai 130kg?Setelah kohar lebih sering 30km/liter untuk dalam kota dan 35km-40km/liter untuk luar kota.

8. Performa?Disini OM agak sedih karena tidak bisa benar-benar mengetes top speed jumeko dalam keadaan standar ting tong karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan. Jarak yang tak panjang, kondisi jalan yang lurus tak benar-benar lurus, datar yang tak benar-benar datar sehingga entah apakah top speed 110kpj dalam keadaan standar ting tong akan jadi valid atau tidak (tapi top speed 110kpj bagus ga sih dengan berat saat itu 85kg?). OM belum menemukan trek yang pas ketika masih standar ting tong tapi untuk akselerasi sangat bagus. Bejaban dengan bebek 125 kohar, sport 160cc,kakak seperguruan 150cc 4tak. Nah ketika sudah kohar, OM menemukan trek yang enak untuk mengetes top speed. Panjangnya lebih dari 1 km tapi hanya efektif 1 km karena sisanya untuk pengereman. Hasilnya 125kpj bisa diraih dengan jarak 1 Km, termasuk jelek ga sih top speed segitu mengingat bobot sekarang mencapai 94kg (ya ampun, beras atau manusia ya?hehehe).



9. Ban depan baru sekali diganti, hampir berbarengan dengan penggantian kamrem depan. Ban belakang sudah dua kali ganti, sebenernya bisa hanya 1 kali ganti tapi apa boleh buat karena ban yang pertama ganti sering kena paku.

Itulah beberapa pengalaman yang OM rasakan bersama jumeko, semoga bisa berguna bagi mas bro mba sist pada umumnya dan bagi para penyemplak jupiter mx pada khususnya. Mau sharing ataupun bertanya, monggo silakan.

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 
×
OprekMotore | OrakArik
OprekMotore is proudly powered by Blogger.com