04 April 2015

2 Cara Rumus Menghitung Kapasitas Mesin Motor (part 1)

. 04 April 2015


Dalam suatu kendaraan bermotor, tak akan pernah bisa terlepas dari yang namanya ilmu pasti. Tak terkecuali jika Mas bro Mba sist ingin mengetahui kapasitas mesin dalam kondisi standar atau yang sudah kohar,terutama yang memperbesar kapasitas mesinnya melalui bore up. Cara rumus menghitung kapasitas mesin motor tidak sulit kok karena bisa masih berhubungan dengan silinder. Yuk mari simak lebih lanjut bro.

Coba Mas bro Mba sit perhatikan gambar di atas, blok silinder pada kendaraan bermotor sebagian besar berbentuk silinder atau tabung. Makanya tidak heran bila blok tempat bergeraknya piston di namakan blok silinder. Jadi, bila kita ingin mengetahui kapasitas mesin maka bisa memakai rumus mencari volume silinder atau tabung. Rumusnya adalah sebagai berikut,

V=πr^2.t

Keterangan :
v = volume silinder
π = phi alias konstanta, nilainya bisa 3,14 atau 22/7
r = jari-jari
t = tinggi

atau Mas bro Mba sist bisa juga memakai yang di bawah ini,

V=1/4 πd^2.t

Keterangan :
v = volume silinder
π = phi alias konstanta, nilainya bisa 3,14 atau 22/7
d = diameter
t = tinggi

Keduanya sama saja, perbedaannya adalah yang satu menggunakan jari-jari dan yang satunya lagi memakai diameter. Nah...ada yang harus disesuaikan sedikit. T (tinggi) itu sama dengan jarak langkah piston atau biasa disebut stroke. Jadi, rumusannya yang lebih spesifik lagi adalah,

V=πr^2.s

Keterangan :
V = volume silinder
π = phi alias konstanta, nilainya bisa 3,14 atau 22/7
r = jari-jari piston
s = langkah piston (stroke)

atau Mas bro Mba sist bisa juga memakai yang di bawah ini,

V=1/4 πd^2.s

Keterangan :
V = volume silinder
π = phi alias konstanta, nilainya bisa 3,14 atau 22/7
d = diameter piston (bore)
s = langkah piston (stroke)

Spesifikasi bore dan stroke pada spesifikasi motor biasanya memakai satuan milimeter (mm), sedangkan satuan volume silinder adalah cm3 alias centimeter kubik atau bisa dalam liter. Nah ada baiknya dijadikan centimeter dulu ya dan caranya cukup dibagi 10. Misalnya ada bore piston 52.4mm maka akan menjadi 5.24cm.

Itulah 2 cara rumus menghitung kapasitas mesin motor. Pada artikel selanjutnya akan OM berikan contoh cara menghitung kapasitas mesin motor. See U next artikel ^_-

3 comments:

Anonymous said...

Mungkin rumus dibawah ini lebih mudah dipahami dan sederhana buat pemula:

V = (∏ x (DxD) x L x N) / 4

Ket :

D : Diameter silinder (Bore)

L : Langkah (Stroke)

∏ : Rumus absolute sebuah lingkaran (3.14)

N : Jumlah silinder

;;)

Anonymous said...

V = ( ∏ x (DxD) x L x N ) / 4

Ket :

D : Diameter silinder (Bore)
L : Langkah (Stroke)
∏ : Rumus absolute sebuah lingkaran (3.14)
N : Jumlah silinder

Contoh : Sebuah motor memiliki langkah 42 mm (4.2 cm) dan diameter cylinder 56mm (5.6 cm) berapakah kapasitas / cc dari mesin tersebut…?

Jawab :

Rumus dasar : V = ( ∏ x D2 x Lx N ) / 4


V = { 3.14 x (5.6 x 5.6) x 4.2 x 1 } / 4


V = 413.576 / 4


V = 103. 394 cc

Nah dari hitung hitungan diatas maka motor yang memiliki langkah 42mm dan diameter cylinder 56mm, kapasitas / cc nya adalah “103.394 cc”

oprek motor said...

Tenang saja mas bro anony, cara mudahnya sudah OM siapkan kok di artikel selanjutnya. Makanya dijudulnya OM berikan "Part 1". Tujuan part 1 ini untuk memberikan pemahaman dari mana sih rumus mencari kapasitas mesin kendaraan bermotor. Di part 2nya akan OM lebih sederhanakan lagi seperti rumus yang Mas bro share dan tentunya akan OM berikan contoh yang lebih banyak. weleh...malah OM spoiler deh...hehehe...ditunggu ya. Terima kasih sudah mau mampir ^_^

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 
×
OprekMotore | OrakArik
OprekMotore is proudly powered by Blogger.com