07 April 2015

2 Cara Rumus Menghitung Kapasitas Mesin Motor part 2

. 07 April 2015


Pada artikel sebelumnya telah kita bahas mengenai asal usul rumus menghitung kapasitas mesin motor, di mana berhubungan dengan rumus mencari volume silinder. Lalu untuk t alias tinggi, persamaannya dengan langkah piston atau biasa dikenal dengan stroke. Ada dua cara rumus menghitung kapasitas mesin motor, bisa memakai diameter piston atau jari-jari piston. Nah sekarang waktunya OM berikan contohnya.

Sebagai pengingat, rumus menghitung kapasitas mesin motor adalah sebagai berikut,

V=πr^2.s

Keterangan : 
V = volume silinder
π = phi alias konstanta, nilainya bisa 3,14 atau 22/7
r = jari-jari piston
s = langkah piston (stroke)

atau Mas bro Mba sist bisa juga memakai yang di bawah ini,

V=1/4 πd^2.s

Keterangan : 
V = volume silinder
π = phi alias konstanta, nilainya bisa 3,14 atau 22/7
d = diameter piston (bore)
s = langkah piston (stroke)



Bagi yang masih bingung, OM akan lebih sederhanakan lagi rumusnya dan OM akan memilih cara yang kedua karena lebih sederhana dan tidak terlalu rumit. Berikut adalah bentukan rumus yang lebih sederhana dan mudah dipahami,

V = (3,14 x (bore x bore) x stroke) / 4 

Lebih mudah untuk dipahami kan ya? Jangan lupa untuk mengubah dari satuan milimeter (mm) menjadi centimeter (cm) karena satuan volume adalah centimeter kubik (cm3) atau liter. Oke kalau begitu kita mulai, ada motor B yang mempunyai bore 50mm dan stroke 55,6mm. Berapakah kapasitas mesinnya?

Pertama-tama kita ubah dahulu dari mm ke cm, hanya naik satu tingkat sehingga hanya perlu membagi 10 kesekian milimeter menjadi cm. 
Bore = 50mm = 5cm
Stroke = 55,6mm = 5,56cm

V = (3,14 x (5 x 5) x 5,56) / 4
V = (3,14 x 25 x 5,56) / 4
V = 436.115 / 4
V = 109.115 cm3
Jadi, kapasitas mesinnya adalah 109.115cc atau dibulatkan menjadi 110cc. Lalu bagaimana bila mau memperbesar kapasitas mesin dengan cara bore up dan stroke up. 


Kita pakai cara bore up dahulu ya. Bore up adalah satu cara memperbesar kapasitas mesin dengan cara memperbesar diameter piston (bore). Kita besarkan bore nya sebanyak 4mm. Yuk kita hitung lagi...
Bore = 54mm = 5,4cm
Stroke = 55,6mm = 5,56cm

V = (3,14 x (5,4 x 5,4) x 5,56) / 4
V = (3,14 x 29,16 x 5,56) / 4
V = 509.087/ 4
V = 127,27cm3


Jadi, kapasitas mesin setelah bore up adalah 127,27cc atau dibulatkan menjadi 128cc atau bisa juga menjadi 130cc. Kita lanjut dengan cara stroke up.

Stroke up adalah cara memperbesar kapasitas mesin dengan cara memperbesar langkah hisap piston (stroke). Kita besarkan strokenya dengan total 4mm (naik turun 2mm sehingga totalnya 4mm). Yuk hitung lagi...
Bore = 50mm = 5cm
Stroke = 59,6mm = 5,96cm

V = (3,14 x (5 x 5) x 5,96) / 4
V = (3,14 x 25 x 5,96) / 4
V = 467.86/ 4
V = 116,965cm3

Jadi, kapasitas mesin setelah stroke up adalah 116,965cc atau dibulatkan menjadi 117cc atau bisa juga 120cc. 

Ups...sampai disini dahulu ya. Artikel selanjutnya akan membahas keuntungan maupun kerugian dari bore up dan stroke up. Apalagi yang pada penasaran tentang hasil perbesaran kapasitas mesin yang lebih besar dengan cara bore up daripada stroke up.

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 
×
OprekMotore | OrakArik
OprekMotore is proudly powered by Blogger.com