16 July 2018

Mubazir Pakai BBM Oktan Tinggi? Cek Lagi Yuk

. 16 July 2018


Mas bro Mba sist, ketika OM sedang "main" ke website milik media resmi dalam bidang roda dua, yaitu MotorPlus, ada artikel yang membuat OM tergerak untuk membuat artikel ini. Silakan klik ini untuk menuju artikel tersebut. Mungkin....artikel ini masuk ke kategori sanggahan ya? Karena memang OM hendak menyanggah pernyataan dari Bapak Tri Yuswidjajanto, peneliti asal Institut Teknologi Bandung (ITB). OM membuat artikel ini bukan untuk membela siapapun, lebih tepatnya ke arah diskusi. Jadi....siapapun yang membaca artikel ini, kalau ada pertanyaan silakan bertanya di kolom komentar ya. Hal tersebut untuk mencegah adanya prasangka buruk di antara kita.
 Kita masuk ke pembahasannya ya Mas bro Mba sist. Jadi, pada artikel di website MotorPlus yang sudah OM share di atas, sedang membahas bahwa pemakaian bahan bakar minyak (BBM) baiknya disesuaikan dengan rasio kompresi mesin kendaraan. Yups....ini OM setuju tapi ada pernyataan yang OM kurang setuju karena beliau bilang bahwa pemakaian BBM oktan tinggi pada rasio kompresi rendah itu tidak ada efek positifnya. Pernyataannya adalah sebagai berikut....


        "Sama sekali enggak ada efek (positifnya, red) malah hanya buang-buang uang," ujar pria yang akrab dipanggil Pak Yus dikutip dari Tribunnews.com.

OM kurang setuju bila dibilang tidak ada sama sekali efek positifnya. Kalau Mas bro Mba sist pernah atau sudah jadi pengunjung tetap "warung" cicaakcerdas ketika masih sub domain wordpress dan cicakkreatip ketika sudah domain dot com, pasti pernah membaca artikel mengenai kondisi ruang bakar ketika pakai BBM oktan 88, 95, dan 95 beda merek pada motor injeksi yang berkapasitas mesin 115cc 4tak dan punya rasio kompresi 9,3:1.
 
 
Buat Mas bro Mba sist yang belum tahu, silakan klik ini untuk menuju artikel yang dimaksud. Jadi pembahasan pada artikel tersebut adalah untuk mengetahui kondisi ruang bakar apabila memakai Premium. Hasilnya akan dibandingkan dengan memakai Pertamax Plus dan V-Power. Lalu bagaimana hasilnya setelah 100km berlalu?

hasil premium

Waw...kerak terlihat memenuhi hampir seluruh ruang bakar kepala silinder. Bahkan ada bagian yang cukup tebal keraknya. Sementara itu di bagian kepala piston, juga ada keraknya namun tidak sebanyak yang ad a di kepala silinder.Tidak terbayang bila sudah menempuh jarak 1000km, akan semakin banyak kerak yang menumpuk. Itu kan hasil Premium, bagaimana dengan hasilnya Pertamax Plus?

hasil pertamax plus

Masih ada keraknya tapi lebih sedikit dibandingkan hasil Premium. Ruang bakar nampak berwarna merah, seperti pewarna Pertamax Plus tidak sampai habis terbakar tapi tetap saja, masih lebih bersih. Lalu coba bandingkan dengan BBM oktan 95 lainnya, yaitu Shell V-Power. Bagaimana hasilnya?
 
hasil V-Power
 
Sungguh jauh lebih bersih bila dibandingkan dengan Premium bahkan Pertamax Plus sekalipun. Silakan klik gambar ya untuk lebih detailnya.
 
Dari percobaan di atas, maka pernyataan Pak Yus tidak sepenuhnya benar. Nyatanya masih ada efek positinya bila memakai BBM oktan tinggi di mesin yang mempunya kompresi rendah. Kerak malah lebih sedikit pada BBM oktan tinggi bila dibandingkan dengan BBM oktan rendah. Dan dari pengalaman OM sendiri, memakai BBM oktan 98 di mesin yang mempunyai rasio kompresi 10,9:1 sungguh lebih bertenaga pada putaran mesin rendah terutama di putaran tinggi. Jadi....pakai BBM oktan tinggi pada mesin berasio kompresi rendah itu tidak ada efeknya itu tidak sepenuhnya benar.

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 
×
OprekMotore | OrakArik
OprekMotore is proudly powered by Blogger.com