oprekmotore

Pertalite Khusus Kok Gini Sih?


Assalamualaikum, Mas bro Mba sist. Adanya Pertalite khusus (PLK) dalam rangka Program Langit Biru yang membuat harganya setara dengan Premium, membuat OM menjadi tertarik untuk mencobanya. Mengetes bagaimana rasanya dari segi performa dan konsumsi bahan bakarnya. Kebetulan "trayek" sudah mulai ramai SPBU yang ada PLK, bagaimana hasilnya?

Sebelumnya OM akan jabarkan dahulu jarak tempuh, kondisi lalu lintas, dan beban yang ada di atas jok. Dalam 1 hari PP, bisa menempuh jarak 100 km. Kurang lebih sejauh 30km kondisi lalu lintas super duper macet dengan membawa beban kurang lebih 170kg. Sejauh 40km dengan beban 110kg dengan kondisi lalu lintas ramai lancar. Sedangkan sisanya dengan beban 170kg dan kondisi lalu lintas ramai lancar. 

Pengisian PLK sebelumnya sempat di beberapa SPBU, namun kali ini fokus di SPBU yang berada di Saidi Raya. Dari segi performa, entah mengapa OM merasa seperti memakai V-Power. Bisa dikatakan hampir selalu setiap saat performanya terjaga alias ngisi terus. Kalau dibandingkan dengan V-Power yang biasanya selalu dipakai, dalam skala 1-10 bila V-Power ada di angka 9, maka PLK ini ada di angka 7.5. Akselerasi masih oke tapi memang di putaran atasnya terasa beda tapi tidak jauh. Agak kering Mas bro Mba sist tapi untungnya persentasenya kecil untuk memakainya hingga putaran tinggi. Dan yang lebih bikin OM menjadi terheran-heran adalah dengan konsumsi BBMnya.




Untuk pembanding, konsumsi BBM saat memakai V-Power ada dikisaran 35kpl-37kpl. Sedangkan dengan memakai PLK ini ada dikisaran 34kpl-35kpl. Weleh....memang lebih irit V-Power sih tapi tidak beda jauh. Kesimpulannya adalah secara value of money, PLK adalah pilihannya. Namun bila ingin menjaga ruang bakar lebih minim kerak dan tangan kanan Mas bro Mba sist tergolong "gatelan" ya lebih baik V-Power.

Post a Comment

0 Comments