oprekmotore

Tarikan Enak Atas Atau Bawah Karena SOHC DOHC? Yuk Kupas Tuntas


Assalamualaikum, Mas bro Mba sist. Ada yang pernah dengar "tarikan bawah tuh enakan SOHC, kalo atas lebih enak yang DOHC"? Atau "SOHC tuh enak di bawah tapi kalo mau enak di atas ya DOHC". Yah apa pun itu intinya ada paradigma bahwa untuk akselerasi , SOHC lebih baik daripada DOHC tapi untuk urusan top speed ya DOHC yang lebih baik. Apakah hal tersebut tepat? Bisa kita anggap itu tepat jika....(nah ada jikanya nih) jumlah silinder lebih dari 1 dan jelas konsep awal pengembangan motornya. Namun bila sudah masuk ke dunia mesin dengan silinder tunggal maka hal tersebut kurang tepat. Contoh Honda CS1/Sonic 125 yang SOHC tapi malah bagus topspeednya. Sedangkan Sonic 150 yang DOHC malah bagus tarikannya. Atau perbandingannya yang sama-sama SOHC 125cc 4tak, antara Honda CS1 dengan Honda Supra X 125. CS1 bagus di topspeed tapi Supra X 125 bagus di akselerasi. Itu berarti ada faktor lainnya yang menjadi penyebab utama itu semua. Apakah itu?



Faktor utamanya adalah Stroke alias langkah hisap piston. Semakin panjang suatu Stroke maka semakin rendah putaran mesin yang bisa digapai. Hal ini berkaitan dengan yang namanya Piston Speed beserta batasan amannya. OM akan pakai contoh Honda Sonic 125 dengan Honda Sonic 150. Stroke Sonic 125 ada di angka 47,2mm. Sedangkan Sonic 150 ada di angka 57,8mm. Batasan aman piston speed berbeda-beda bro,tergantung tujuan awal suatu mesin dibuat itu untuk apa? Tapi agar tidak melenceng jauh, kebanyakan motor dengan silinder tunggal produksi massal untuk harian itu ada di angka 21 meter/second. Rumus aslinya adalah C = 2 x L x F di mana...

C adalah piston speed
L adalah ukuran stroke dalam meter
F adalah frekuensi putaran mesin
Berhubung kita udah tahu piston speednya, maka rumusnya kita ubah menjadi F = C/(2xL) .

Yuk kita mulai hitung punya Sonic 125 dulu.

F = C/(2xL)
F = 21/(2x0,0472)
F = 21/0.0944
F = 222.457627119 putaran/detik

Kita kalikan dengan 60 agar bisa dapat semenitnya berapa,maka 222.457627119 x 60 = 13,347.4576271 putaran/menit atau bisa kita sebut 13,347 rpm . 271 putaran/menit atau bisa kita sebut 13,347 rpm . Untuk ukuran mesin 1 silinder, angka tersebut sudah tinggi bro. Nah bagaimana dengan Sonic 150?

F = C/(2xL)
F = 21/(2x0,0578)
F = 21/0.1156
F = 181.660899654 putaran/detik

Kita kalikan dengan 60 agar bisa dapat semenitnya berapa,maka 181.660899654 x 60 = 10,899.6539792 putaran/menit atau bisa kita sebut 10,900 rpm

Sonic 125 (SOHC) batas amannya di 13,350 rpm
Sonic 150 (DOHC) batas amannya di 10,900 rpm

Nah dari situlah yang namanya profil Camshaft, ukuran Klep, ukuran lubang venturi Karbu/Throttle Body(atau beserta Injector kalo sudah injeksi), jumlah Camshaft, sampai ke penghitungan panjang pipa knalpot dan seting final gear, mengikuti batas aman tersebut. Analogi mudahnya seperti ini, dalam sekali makan Mas bro hanya mampu makan sepiring nasi beserta lauk pauknya. 4 sehat 5 sempurna dah. Nah namun suatu ketika, Mas bro dipaksa untuk makan 4 piring dalam sekali makan. Apa yang akan terjadi? Mas bro seketika akan menjadi Kuda Lumping.....hehhee....becanda bro, maksudnya Mas bro bisa aja muntah.

Kesimpulannya adalah bukan SOHC atau DOHC yang menjadi acuan awal untuk menentukan performa suatu mesin kendaraaan ada di bawah atau di atas tapi panjang stroke lah yang menjadi acuannya. Profil Camshaft memang bisa mengatur letak peak power tapi patokan paling awal ada di panjang stroke. 




Post a Comment

0 Comments